Skip to main content

Day 19: Places I Used to Live



Pas dulu aku lahir tahun 1995, papa mama belum ada rumah sendiri, jadi tinggalnya masih sama eyang yang dari mama. Biasa eyang - eyang aku panggil bapak dan ibuk jadi jangan bingung ya.

Tahun 1995 - 1999

Aku tinggal di daerah Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Disitu aku tinggal sama Bapak (kakung), Ibuk, Pakde Kris (kakak pertama mama), sama mama. Aku juga baru tau kalo dulu papa sama mama gak tinggal serumah jadi papa mama ni malah kayak orang pacaran padahal dah punya anak. Kerjaan papa ngapelin mama gitu. Hehe. Aku tinggal disini sampai berusia sekitar 3 atau 4 taunan.

Tahun 1999 - 2001

Setelah itu, kayaknya mama memutuskan buat ikut papa, dan tinggal di rumah Ibuk (yang dari papa). Waktu itu tinggalnya di daerah Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta. Waktu itu aku TK berusia 4 sampai 5 atau 6. Kakung yang dari papa udah meninggal jadi di rumah itu cuma ada Ibuk, adeknya papa yang ke dua sama yang terakhir juga disitu. Salah satu kenapa pindah juga kayaknya karena rumah Nogotirto harus dijual karena satu dan lain hal. Dan habis itu Bapak sama Ibuk pindah ke Kulon Progo. Setelah itu jadi rutin tiap sabtu minggu aku pasti berkunjung kesana. Entah dianter papa mama, atau di jemput pakde sama Ibuknya mama. Ibukku. Namanya Bu Maryadi biar gak ketuker. Kalo yang dari papa, namanya Bu Kamto.

Tahun 2001-2005

Aku kurang tau sih pas itu kenapa aku harus pindah lagi. Kali ini pindahnya se keluarganya papa, Bu Kamto dan om ku. Kayaknya ini setelah om ku yang terakhir itu nikah. Tapi setelah besar aku baru tau ada alasan lainnya. Terus pas ini kita pindah ke daerah Kotagede, Pringgolayan, Yogyakarta. Rumahnya masih ngontrak. Dan pas banget di belakang gereja Pringgolayan. Lumayan lama disini, dan aku waktu pindah menginjak pada usia 5 atau 6 taunan pas aku kelas 1 SD sampe 10 taun pas kelas 5 SD. Tapi rutinitas buat jenguk ibuk di Kulon Progo tetep. Sampe akhirnya sekitar taun 2004 an tuh mama sama papa berencana buat beli rumah di deket rumahnya Ibuk di Kulon Progo. Terus nemu di daerah Sedayu, yang kebetulan juga deket sama rumah Pakde Didik kakaknya mama. Pas itu juga papa tuh disuruh buat nglatih kek kornya Gereja Sedayu gitu. Jadi mikir e udah cocok kali disitu, kalo bolak balik Jogja Sedayu kan lumayan makanya milih disitu. Sayangnya ada kabar duka di tahun 2004. Pas tanggal 26 Desember 2004 Ibuk Maryadi dipanggil Tuhan. Waktu itu emang ibuk sakit struk dan pas itu udah serangan keduanya. Dan pas tahun 2005 nya rumah Sedayu baru jadi terus akhirnya kita pindah kesitu.

Tahun 2005 - 2017

Dilihat dari tahunnya lumayan lama juga ya. Sebenernya akan sangat menyenangkan kalo bisa menetap disini selamanya. Hehe. Ya akhirnya kita pindah ke rumah Sedayu. Di daerah Bantul, Yogyakarta. Pas di jl. Wates km 11. Bisa dibilang aku menghabiskan setengah hidupku disini. Rumah ini yang lihat proses pertumbuhanku. Jadi saksi segala cerita yang ku alami seiring berjalannya waktu. Melewati masa - masa puberku. Dan juga pas gempa besar yang menerjang Jogja tahun 2006 silam. Aku disini dari aku kelas 5 SD sampe lulus kuliah tahun ini. Karena cuma bahas tempat tinggal ya segini aja kali ya. Kalo diceritain semua pengalamannya gak bakalan kelar lah. Hehe

Tahun 2017 -

Aku memutuskan buat meninggalkan rumah dan ikut keluargaku pindah ke Bekasi. Sebenernya rumah Jogja masih bisa kita pake, tapi katanya mau di kontrakin juga. Aku udah bilang buat nggak ngejual, untung didengerin. Ya bukannya apa biar sewaktu-waktu kalo mau pulang, masih bisa dipake. Papa emang uda duluan ke Jakarta sejak tahun 2010, pas aku lulus SMP. terus taun 2015 mama nyusul sama adek. Waktu itu bener-bener sedih aku harus pisah sama mereka. Tapi karena aku harus nyelesaiin kuliah, aku harus di Jogja dulu. Ya sebenere pengen tinggal aja di Jogja semuanya. Tauk nih. Susah banget move on nya. Sedih. Di rumah Sedayu itu aku di temenin sama Mbah Minah. Dia yang bantu-bantu di rumah, dulu pengasuhnya adekku.

Yaaaaa beginilah ceritanya. Nomaden kali ya aku nih, pindah rumah terus. Hahaha. Coba yang lain ada juga gak yang kayak aku?

Byeeee see you again tomorrow ~~

Comments

Popular posts from this blog

[FICTIONSTORY] New Zealand is a Good Land (Prolog)

Cerita ini terinspirasi dari acara Amazing F(x), dan nama – nama yang berperan disini mungkin banyak terdapat kesamaan tapi ada juga yang kubikin beda. Jadi maaf ya yang namanya aku pake. Hihihi. Jangan tersinggung please, anggap saja itu orang lain. .-.v PROLOG Banyak sekali grup boyband dan girlband yang sedang berkembang pada saat ini. Tak kalah juga dengan 5 orang gadis yang tinggal di daerah Indonesia, tepatnya di sekitar pulau Jawa, dan lebih menjurus lagi di provinsi DIY, dan tinggal di kota Yogyakarta. ._.v Mereka berlima sudah terbentuk sebagai grup vocal dibawah agensi ternama di Korea. Tetapi karena mereka berlima termasuk trainee Indonesia, jadi mereka diutamakan untuk mempromosikan grup mereka di Indonesia. Mereka juga tinggal dari sebuah dorm yang bisa dibilang cukup besar bagi 5 orang ini untuk berlatih dan sebagainya. Grup ini sudah debut sekitar 3 tahun yang lalu. Nama grup ini adalah Function. Berikut kelima member tersebut.  Cast: ...

Persona 4 Episode 2 Versi SMM

“Selamat datang, di Ruang Velvet.” Kata Igor. “Hanya orang2 yang punya ‘kontrak’ yang bisa masuk kesini.” Kata Mbaknya. :p “Kamu sudah melakukan hal yang sangat hebat, membangunkan kekuatan. “Bawalah ini.” Kata Igor, ia menunjukkan sebuah kunci. “Ini adalah kunci seorang pengontrak. Mulai malam ini kamu jadi tamu di ruang Velvet ini. Persona mu adalah Wild Card.” “Ini sangat unik. Sama seperti angka nol, bisa menahan segala kemungkinannya..” “Aku penasaran kemana kartunya akan membantu kekuatanmu. Aku percaya aku diijinkan untuk menemani selama perjalnan ini…” Ada sosok mayat tersangkut di antenna… Kamis, 14 April 2011.. “Dhva! Hey Dhva! Bangun!” panggil Dicko. Dhva pun bangun dan tersadar. “Dhva…” kata Dicko. “Apa kamu baik baik saja?” Tanya Tachonn. “Dimana monsternya?” Tanya Dhva. “Udah pergi.” Kata Dicko. “udah?” “Dia yang melawannya.” Kata Dicko sambil menunjuk Tachonn. “Beneran?” Tanya Dhva gak percaya. “Ya, tapi itu keren banget!” kata Dicko...

[REVIEW] F(x) - Pink Tape Comeback!!

Yah, seperti yang kalian tahu, F(x) sudah comeback. Setelah perilisan album terakhir mereka "Electric Shock" tahun lalu, akhirnya pada tanggal 29 Juli 2013 mereka kembali dengan album kedua mereka "Pink Tape". Konsep ini sedikit berbeda dengan konsep Electric Shock tahun lalu. Salah satu lagu yang dijadikan single hits di album ini adalah "Rum Pum Pum Pum" atau dalam bahasa Koreanya, "첫 사랑니 (Cheot Sarangni / Wisdom Tooth)". Seperti biasa F(x) mengambil tema tentang cinta di lagu ini. Ya, kalau dari liriknya sih, itu seperti seseorang yang sedang mengalami cinta pertamanya. Pasti ngerasain lah ya yang namanya sakit juga. #curhat. Ya semacam itulah, tapi lagunya bagus, aku suka. Cuman ya buat yang belum pada denger pasti mikir 'Ini lagu apaan sih aneh banget, nggak bentuk?' Yah, aku juga sama seperti itu. Suka banget sama komposer lagu ini. Berani ekstrem. #eaa tapi ya kenyataan namanya juga fans, mau lagunya aneh pun bakal berusaha buat...